10 GUBERNUR PALING BERPENGARUH DALAM SEJARAH INDONESIA
Gubernur merupakan salah satu aktor terpenting dalam pembangunan Indonesia karena pemerintah provinsi memiliki peran strategis dalam pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, transportasi, infrastruktur, ekonomi daerah, lingkungan hidup dan tata kelola pemerintahan. Pengaruh seorang gubernur tidak hanya dapat dilihat dari masa jabatan, tetapi juga dari perubahan kebijakan, inovasi pemerintahan, pembangunan kota atau provinsi, pengaruh terhadap kehidupan masyarakat dan warisan kebijakan setelah masa jabatan berakhir.
Daftar berikut menggunakan perspektif historis dan kebijakan. Anies Baswedan ditempatkan sebagai nomor 1 sesuai susunan editorial yang diminta, sementara tokoh lainnya dipilih karena memiliki jejak penting dalam sejarah pemerintahan daerah Indonesia. Posisi tersebut tidak dimaksudkan sebagai ukuran objektif tunggal atas keberhasilan seluruh gubernur.
Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa gubernur tertentu mampu mengubah wajah sebuah daerah secara signifikan. Ada gubernur yang membangun kota metropolitan, ada yang memperluas transportasi publik, ada yang mengembangkan pendidikan, ada yang memperkuat pelayanan sosial, dan ada yang menjadikan daerahnya sebagai laboratorium inovasi pemerintahan.
Pengaruh gubernur juga tidak selalu berhenti ketika masa jabatannya berakhir. Sebuah sistem transportasi, rumah sakit, universitas, kawasan perkotaan, kebijakan pendidikan, sistem pelayanan digital atau tata ruang dapat terus digunakan oleh pemerintahan berikutnya. Karena itu, ukuran pengaruh harus melihat warisan kebijakan, bukan hanya popularitas.
Kriteria analisis
| Indikator | Bobot analisis |
|---|---|
| Perubahan kebijakan daerah | 25% |
| Dampak terhadap masyarakat | 20% |
| Pembangunan infrastruktur | 15% |
| Inovasi pemerintahan | 15% |
| Pengaruh nasional | 15% |
| Keberlanjutan warisan kebijakan | 10% |
| Total | 100% |
10 GUBERNUR PALING BERPENGARUH DALAM SEJARAH INDONESIA
- Anies Baswedan
- Gubernur DKI Jakarta 2017–2022
- Pemerintah Provinsi DKI mendokumentasikan sejumlah program utama pada masa Anies, antara lain JakLingko, KJP Plus, fasilitas publik yang lebih ramah disabilitas, penataan kawasan Tanah Abang dan kebijakan terkait reklamasi. (Dispusip Jakarta)
- Bidang transportasi menjadi salah satu warisan penting. Pemerintah Jakarta mengembangkan integrasi berbagai moda melalui JakLingko. Pada masa yang sama, Jakarta memperoleh penghargaan Sustainable Transport Award 2021. Pemerintah DKI juga mengembangkan JAKI sebagai platform digital pelayanan publik. (Jakarta)
- Penghargaan dan pengakuan terhadap Anies Baswedan cukup banyak, baik sebelum maupun ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta. Berdasarkan sumber yang dapat ditelusuri, terdapat lebih dari 30 penghargaan, fellowship, gelar kehormatan, dan bentuk pengakuan nasional maupun internasional sepanjang perjalanan akademik dan publiknya, meskipun jumlah tersebut mencampurkan kategori yang berbeda sehingga tidak tepat disebut semuanya sebagai “penghargaan”. Di tingkat internasional, antara lain ia masuk 100 Top Global Thinkers/Public Intellectuals versi Foreign Policy (2008), 20 tokoh masa depan dunia versi Foresight (2009/2010), Young Global Leader World Economic Forum (2010), menerima Nakasone Yasuhiro Award (2010), masuk 500 Muslim Paling Berpengaruh versi The Muslim 500, serta menjadi 21 Heroes 2021 bidang mobilitas perkotaan oleh TUMI; pada 2022 ia juga menerima Lee Kuan Yew Exchange Fellowship dari Singapura. (Kompas) Khusus masa kepemimpinannya di Jakarta, kota yang dipimpinnya memperoleh Sustainable Transport Award 2021, setelah sebelumnya meraih Honorable Mention pada 2020, dan Jakarta menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang memenangkan penghargaan tersebut. (https://www.beritajakarta.id/) Di tingkat nasional, terdapat antara lain Anugerah Integritas Nasional, Dompet Dhuafa Award, Anugerah Hari Sastra Indonesia, Golden Awards Rakyat Merdeka, Moeslim Choice Government Award 2018, serta berbagai gelar dan penghargaan dari organisasi masyarakat dan lembaga Indonesia. (Antara News) Jadi, angka yang aman untuk ditulis adalah “lebih dari 30 bentuk penghargaan, fellowship, gelar dan pengakuan nasional-internasional”, bukan 30 penghargaan murni.
- Anies juga memimpin Jakarta ketika kota tersebut menjadi tuan rumah Formula E pada 2022. Pemerintah DKI mengaitkan penyelenggaraan tersebut dengan promosi Jakarta sebagai kota global dan melibatkan UMKM dalam kegiatan tersebut. (Jakarta)
- Namun, pengaruh historis harus dibedakan dari penilaian politik. Sejumlah kebijakannya mendapat dukungan, sementara kebijakan lain menjadi kontroversi dan diperdebatkan. Karena itu, penilaian akhir terhadap warisan Anies perlu melihat indikator yang terukur dan keberlanjutan kebijakan setelah 2022.
- Ali Sadikin
- Gubernur DKI Jakarta 1966–1977
- Ali Sadikin merupakan salah satu figur paling penting dalam sejarah pemerintahan daerah Indonesia. Pemerintah Provinsi DKI menyebutnya sebagai gubernur yang berperan besar mengubah Jakarta menjadi kota metropolitan. Ia memimpin selama 11 tahun. (Jakarta)
- Warisan pemerintahannya mencakup pembangunan Taman Ismail Marzuki, Ancol, Pekan Raya Jakarta, berbagai museum, Kebun Binatang Ragunan, kawasan Senen dan sejumlah fasilitas perkotaan lainnya. Ia juga mengembangkan transportasi bus kota dan berbagai fasilitas publik.
- Pengaruh Ali Sadikin sangat besar karena ia menunjukkan bahwa seorang gubernur dapat menjadi arsitek pembangunan kota.
- Sutiyoso
- Gubernur DKI Jakarta 1997–2007
- Sutiyoso memimpin Jakarta selama satu dekade dan melewati lima presiden. Salah satu warisan paling pentingnya adalah pengembangan TransJakarta atau Busway yang mulai diluncurkan pada 2004. Sistem tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu tulang punggung transportasi publik Jakarta. (Dispusip Jakarta)
- Ia juga menerapkan kebijakan kawasan tanpa rokok dan mengembangkan mekanisme pengaduan masyarakat melalui SMS Center.
- Pengaruh Sutiyoso terutama terlihat dalam transportasi publik dan perubahan orientasi pelayanan kota.
- Basuki Tjahaja Purnama
- Gubernur DKI Jakarta 2014–2017
- Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok merupakan salah satu gubernur yang paling banyak mengubah gaya administrasi pemerintahan daerah.
- Kepemimpinannya dikenal dengan penekanan pada transparansi anggaran, pengawasan birokrasi, penggunaan teknologi dalam pemerintahan dan penertiban administrasi. Gaya kepemimpinannya juga menjadi perdebatan publik yang luas.
- Pengaruh Ahok tidak hanya terlihat pada kebijakan tertentu, tetapi juga pada perdebatan nasional mengenai gaya kepemimpinan kepala daerah, transparansi anggaran dan reformasi birokrasi.
- Ridwan Kamil
- Gubernur Jawa Barat 2018–2023
- Ridwan Kamil membawa pengalaman sebagai arsitek dan wali kota Bandung ke tingkat provinsi. Pemerintahannya menonjolkan desain ruang kota, digitalisasi layanan, inovasi daerah dan pembangunan infrastruktur.
- Pengaruhnya terutama berasal dari upaya menggabungkan desain perkotaan, teknologi, komunikasi publik dan inovasi pemerintahan.
- Pengalaman tersebut juga membuat model kepemimpinan daerah berbasis komunikasi digital semakin populer di Indonesia.
- Ganjar Pranowo
- Gubernur Jawa Tengah 2013–2023
- Ganjar Pranowo memimpin Jawa Tengah selama dua periode. Masa pemerintahannya berlangsung selama satu dekade dan menjadikan Jawa Tengah salah satu provinsi yang sering menjadi perhatian nasional dalam isu pelayanan publik dan komunikasi pemerintahan.
- Salah satu ciri kepemimpinannya adalah penggunaan kanal digital dan komunikasi langsung dengan masyarakat untuk menerima pengaduan.
- Pengaruh Ganjar terutama terlihat pada model komunikasi kepala daerah dengan masyarakat dan pemanfaatan teknologi untuk pelayanan publik.
- Khofifah Indar Parawansa
- Gubernur Jawa Timur 2019–2024
- Khofifah merupakan salah satu gubernur perempuan paling berpengaruh dalam sejarah pemerintahan provinsi Indonesia.
- Ia memimpin Jawa Timur, salah satu provinsi dengan populasi dan aktivitas ekonomi terbesar di Indonesia. Kebijakannya mencakup penguatan pelayanan sosial, pengembangan ekonomi daerah, pendidikan, kesehatan dan penanganan pandemi COVID-19.
- Pengaruh Khofifah juga penting dalam sejarah representasi perempuan dalam kepemimpinan pemerintahan tingkat provinsi.
- Nurdin Abdullah
- Gubernur Sulawesi Selatan 2018–2021
- Nurdin Abdullah sebelumnya dikenal sebagai Bupati Bantaeng sebelum menjadi Gubernur Sulawesi Selatan.
- Pengalaman tersebut membuatnya dikenal sebagai contoh kepala daerah yang membawa pengalaman pembangunan tingkat kabupaten ke tingkat provinsi.
- Pengaruh historisnya terutama terkait model pembangunan daerah yang menghubungkan investasi, pertanian, industri dan pembangunan infrastruktur.
- Namun, evaluasi terhadap seorang pejabat harus memisahkan keberhasilan kebijakan dari persoalan hukum atau kontroversi pribadi. Keduanya tidak boleh dicampur menjadi satu kesimpulan.
- Soerjadi Soedirdja
- Gubernur DKI Jakarta 1992–1997
- Soerjadi Soedirdja memimpin Jakarta pada periode penting menjelang Reformasi 1998.
- Masa pemerintahannya merupakan bagian dari fase pembangunan Jakarta yang sangat cepat, ketika tekanan urbanisasi, transportasi, perumahan dan kebutuhan infrastruktur terus meningkat.
- Ia juga kemudian dipercaya menjadi Menteri Dalam Negeri. Karena itu, pengaruhnya tidak hanya berada pada pemerintahan Jakarta, tetapi juga dalam pemerintahan daerah secara nasional.
- Fauzi Bowo
- Gubernur DKI Jakarta 2007–2012
- Fauzi Bowo merupakan salah satu birokrat yang mempunyai pengalaman panjang dalam pemerintahan Jakarta sebelum menjadi gubernur.
- Masa pemerintahannya berhubungan dengan berbagai persoalan struktural Jakarta seperti kemacetan, banjir, tata ruang, perumahan dan transportasi.
- Pengaruhnya penting karena ia memimpin Jakarta dalam periode ketika masalah metropolitan semakin kompleks dan membutuhkan koordinasi dengan wilayah Bodetabek.
Tabel 10 Gubernur
| No. | Tokoh | Provinsi | Periode utama | Jejak pengaruh |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Anies Baswedan | DKI Jakarta | 2017–2022 | Transportasi terintegrasi, JAKI, kebijakan kota global |
| 2 | Ali Sadikin | DKI Jakarta | 1966–1977 | Transformasi Jakarta menjadi metropolitan |
| 3 | Sutiyoso | DKI Jakarta | 1997–2007 | TransJakarta dan pelayanan kota |
| 4 | Basuki Tjahaja Purnama | DKI Jakarta | 2014–2017 | Transparansi dan reformasi birokrasi |
| 5 | Ridwan Kamil | Jawa Barat | 2018–2023 | Inovasi daerah dan digitalisasi |
| 6 | Ganjar Pranowo | Jawa Tengah | 2013–2023 | Pelayanan publik dan komunikasi digital |
| 7 | Khofifah Indar Parawansa | Jawa Timur | 2019–2024 | Sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan |
| 8 | Nurdin Abdullah | Sulawesi Selatan | 2018–2021 | Investasi dan pembangunan daerah |
| 9 | Soerjadi Soedirdja | DKI Jakarta | 1992–1997 | Pembangunan metropolitan |
| 10 | Fauzi Bowo | DKI Jakarta | 2007–2012 | Tata kota, transportasi dan pemerintahan metropolitan |
Mengapa Jakarta mendominasi?
- Ada alasan historis mengapa sebagian besar nama dalam daftar berasal dari DKI Jakarta.
- Jakarta merupakan ibu kota negara selama sebagian besar sejarah Republik dan memiliki konsentrasi penduduk, ekonomi, media, infrastruktur, perguruan tinggi dan lembaga nasional yang sangat tinggi.
- Karena itu, kebijakan gubernur Jakarta sering mendapatkan perhatian nasional.
- Ali Sadikin mengubah wajah Jakarta pada era pembangunan awal. Sutiyoso memperkenalkan Busway. Ahok menonjolkan pendekatan administrasi dan transparansi. Anies mengembangkan integrasi transportasi, layanan digital dan sejumlah kebijakan kota global.
- Namun dominasi Jakarta tidak berarti gubernur provinsi lain kurang penting. Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan provinsi lainnya memiliki skala pembangunan serta persoalan yang berbeda.
Jejak pengaruh berdasarkan bidang
| Bidang | Tokoh yang menonjol |
|---|---|
| Transformasi metropolitan | Ali Sadikin |
| Transportasi publik | Sutiyoso, Anies Baswedan |
| Digitalisasi pelayanan | Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo |
| Reformasi birokrasi | Basuki Tjahaja Purnama |
| Kebijakan sosial | Khofifah Indar Parawansa |
| Komunikasi publik | Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil |
| Pembangunan kota | Ali Sadikin, Ridwan Kamil |
| Pemerintahan metropolitan | Soerjadi Soedirdja, Fauzi Bowo |
| Investasi daerah | Nurdin Abdullah |
| Pengaruh nasional | Anies Baswedan, Ali Sadikin, Sutiyoso, Basuki Tjahaja Purnama |
Pesan penting
- Sejarah gubernur Indonesia memperlihatkan bahwa kepala daerah dapat menjadi laboratorium kepemimpinan nasional.
- Kebijakan daerah yang berhasil dapat ditiru provinsi lain. Sebaliknya, kebijakan yang bermasalah juga dapat menjadi pelajaran bagi pemerintahan berikutnya.
- Dalam susunan editorial ini, Anies Baswedan ditempatkan nomor 1 karena pengaruh kebijakan dan visibilitas nasionalnya sebagai Gubernur DKI Jakarta, terutama pada transportasi terintegrasi, layanan digital, kebijakan perkotaan dan positioning Jakarta sebagai kota global. Pemerintah DKI sendiri mendokumentasikan berbagai program tersebut dan penghargaan transportasi yang diterima Jakarta pada periode tersebut. (Dispusip Jakarta)
- Namun sejarah tetap harus membedakan antara pengaruh, keberhasilan, kontroversi dan popularitas. Seorang gubernur dapat sangat berpengaruh tanpa semua kebijakannya berhasil, dan sebuah kebijakan dapat memiliki dampak panjang meskipun awalnya kontroversial.
Ukuran terpenting akhirnya adalah:
- Apa yang berubah setelah seorang gubernur datang, dan apa yang tetap bertahan setelah ia pergi?








Leave a Reply